Jl. Dr. Setiabudi No. 63 Pamulang Tangsel

Header Ads

Kawasan Margonda, Magnet Kuliner Kota Depok



Ketika menyebut nama Kota Depok, yang terbesit adalah nama Jalan Margonda

Nama ini dahulu diambil dari nama seorang pahlawan yang kini diabadikan sebagai nama jalan di ruas protokol Depok.Seiring berjalannya waktu, perkembangan Depok, khususnya Jalan Margonda sangat pesat. Selain kehadiran apartemen dan pusat perbelanjaan, sisi lain magnetik jalan ini adalah kulinernya. Di tepi jalan sepanjang 5,7 km terpampang lebih dari 160 tempat makan. 

Jumlah ini belum termasuk tempat-tempat kuliner yang ada di pusat perbelanjaan. Di sisi jalan dari arah Jakarta menuju Depok misalnya, berjejer aneka kuliner mulai dari mie Aceh Pidie 2000, Surabi Kelestree, MUG Coffee, Makaroni Ngehe, Martabak Kubang, Istana Martabak, hingga yang teranyar adalah Warung Upnormal. 

Di sisi ini terpampang aneka kuliner yang hampir berhimpitan di antara Gang Kober hingga perempatan Jalan Juanda. Pemandangan hampir sama juga terdapat di sisi Jalan Margonda dari arah Terminal Depok menuju Jakarta. Di sisi ini, terlihat aneka kuliner yang kebanyakan makanan ala Korea seperti Daebak, Hello Bingsu, dan Warung Oppa. Sedangkan di ujung sisi ini bisa dijumpai Pangestu Cafe yang bersebelahan dengan Apartemen Taman Melati. 




Di sisi ini juga ditemukan Sop Durian Margando yang legendaris di dekat lampu merah Jalan Arif Rahman Hakim. Kuliner Jalan Margonda tak terbatas pada tempat nongkrong ala cafe atau resto. Pada malam hari, sejumlah jajanan kaki lima pun bermunculan. Mulai dari nasi kucing, kembang tahu, hingga aneka dimsum. Yang tak kalah mencolok adalah kehadiran jajanan kaki lima ala Korea seperti Samyang. 
Jalan Margonda dengan segala kompleksitasnya memang menarik banyak orang untuk datang menikmati kulinernya. Salah satunya adalah Warung Oppa yang memiliki rooftop. Warung ini menjadi satu-satunya tempat makan yang memiliki rooftop di Jalan Margonda. Di sini, pengunjung baru bisa bersantai mengudap di rooftop pada pukul 17.00 WIB. 

Begitu masuk tempat ini, pengunjung akan disambut para waiter dengan menyerukan ‘Oppa Ranger is Coming, Welcome’. Sang pemilik, Firman, menuturkan, semula dirinya memang suka jajan kuliner. Belakangan, dia malah memutuskan membuka sendiri usaha kuliner di Margonda. Menurut dia, ide membangun usaha kulinernya adalah dengan panganan yang simpel. Pengunjung lebih dimanjakan dengan berbagai fasilitas nongkrong yang nyaman. 

“Bahkan bisa untuk sekadar ngobrol, mengerjakan tugas, atau bahkan bermain bersama. Karena itu juga, tageline kami adalah eat, play, and share,” kata Firman. Dengan tageline tersebut, para Oppa Ranger (pengunjung) dapat makan sembari bermain dengan berbagai permainan seperti ular tangga, kartu UNO, dan monopoli. Bahkan, untuk para pengunjung yang hobi berfoto dapat mengunggahnya ke akun Instagram. 

“Sekarang ini kanlagi tren apa-apa di-share ke media sosial. Karena itu, dekorasi tiap lantai berbeda-beda. Ada empat lantai, namun, untuk lantai 3 masih coming soon, rencananya akan berkonsep glamor agar cocok untuk para mama muda saat arisan,” tandasnya. Lalu, untuk para Oppa Ranger yang ingin menikmati pemandangan langit Kota Depok, dia menambahkan ada Rooftop dengan konsep piknik di lantai 4. 

“Yang paling sering waiting list itu lantai 2 dengan berbagai macam permainan seru dan Rooftop,” tegasnya. Aneka makanan yang bisa dinikmati di sini semisal pempek, aneka mie siap saji yang dikombinasikan dengan topping serta camilan seperti cireng. Sedangkan untuk minuman terdapat aneka Mojito mulai dari yang original, apel, hingga strawberry. ”Kalau saya sukanya yang Mojito apel karena rasanya seger banget,” kata Naura, salah satu pengunjung. 

Selain Warung Oppa, ada juga tempat makan yang menjadi pilihan mahasiswa untuk berkumpul. Namanya adalah Kafe Pangestu Khas Kaula Muda yang dekat sekali dengan Stasiun UI tepatnya di Jalan Margonda Raya Blok Pepaya Nomor 11, Pondok Cina, Beji. Manager Kafe, Dedi mengatakan, awalnya berdirinya usaha kafe tersebut, untuk ditujukan bagi para konsumen apartemen saat melakukan billing marketing.

Ada juga Ayam Penyet Margo yang terkenal dengan menu ayam penyet yang pedas. Tempatnya strategis untuk mahasiswa di Depok. Untuk menikmati menu pedas ini, harganya tidak mahal dan hanya berkisar 25 ribu saja per porsi.



Namun seiring berjalannya waktu karena banyak publik tertarik dengan kafe ini akhirnya dibuka untuk masyarakat umum. “Target marketnya mahasiswa. Lalu, konsep yang ditonjolkan, yaitu casual yang cocok dengan selera anak muda masa kini,” ungkapnya. Menu yang disuguhkan beragam, ada menu makanan Asia, makanan Eropa, makanan Jepang, dan lain-lain. Untuk menu best seller adalah nasi goreng Pangestu dengan harga Rp29.000 sampai Rp35.000 per porsi. 
Karena itu, harga menu makanannya pun cocok bagi kantong mahasiswa. Lalu, minuman yang paling banyak diminati yaitu Green Pangestu, Orange Sunrise dan Exotic. Kafe tersebut buka pada pukul 10.00-23.00 WIB. Tak hanya itu, pihaknya juga menyajikan fasilitas anak muda setiap akhir pekan dengan live band yang diisi mahasiswa Universitas Indonesia dan band-band indie lainnya. Untuk pencinta dessert di Margonda juga ada kedai Sop Duren Margando milik Gendra Krama Putra. 

Bagi pencinta durian, pasti akan segera masuk dan mencicipi rasa sop durian di tempat ini. Rasa tiap buah duren boleh jadi tidak selalu sama. Namun di tangan Gendra, daging duren bercampur susu dan es menjadi kudapan ringan yang menggugah selera. “Durian lokal seratnya lebih banyak dan pelanggan lebih suka. Aromanya juga menyengat,” kata Gendra. Di sini tersedia 28 varian rasa. Namun yang menjadi kegemaran pelanggan adalah varian original. 

Varian yang tersedia antara lain brownies, tiramisu, duren ketan, roti, kelapa, kurna, sunkis, strawberry, dan masih banyak pilihan lainnya. Harga tiap varian pun berbeda. Mulai dari Rp12.000 untuk varian original hingga Rp16.000 untuk tiramisu. Nur Komalasari, salah satu konsumen mengaku sudah lebih dari tiga kali membeli di kedai Gendra. Walaupun bukan pencinta duren fanatik, namun dia merasa ada rasa berbeda ketika mencicipi Sop Duren Margando.


Via Sindo News
Powered by Blogger.