Jl. Dr. Setiabudi No. 63 Pamulang Tangsel

Header Ads

Tips Cegah Penularan Penyakit dari Hewan Peliharaan


Hewan peliharaan rentan menularkan penyakit kepada pemeliharanya. Tak jarang penyakit yang dapat ditularkan hewan peliharaan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Jangan takut dulu,bukan berarti Anda tak bisa memelihara hewan kesayangan.
Perlu diketahui penularan penyakit hewan peliharaan dapat dicegah sepenuhnya jika kita sebagai pemelihara dapat merawatnya dengan baik, sekaligus selalu menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan di sekitarnya.
Yuk, lihat beberapa penyakit yang dapat ditularkan hewan peliharaan dan cara mengatasinya.

Rabies
Anjing peliharaan Anda dapat tertular rabies dari air liur binatang lain yang terinfeksi. Umumnya hewan yang dapat menularkan rabies ke hewan peliharaan Anda adalah hewan liar seperti kelelawar, sigung, dan rakun.
Untuk mencegah binatang kesayangan terinfeksi rabies, jangan biarkan si doggy bebas bermain di luar tanpa pengawasan Anda. Pastikan rumah Anda memiliki pagar yang tinggi dan tidak memiliki celah yang besar agar anjing tak mudah kabur.
Lakukan vaksinasi diri dan hewan peliharaan Anda. Hewan dan manusia yang sudah divaksin umumnya aman dari rabies meski tergigit anjing rabies. Biasakan juga mencuci tangan dengan sabun setelah bermain dengan si doggy.
Virus rabies bersifat molekular, artinya ia memiliki selaput berupa kandungan lemak atau lipid, sehingga hanya akan mati jika terkena air sabun.

Tokso
Toksoplasma merupakan penyakit yang ditransfer oleh kucing ke manusia. Kucing dapat terinfeksi tokso jika sering mengonsumsi makanan mentah. Tokso ditularkan oleh kucing melalui kotorannya bukan dari bulunya. Untuk mencegah toksoplasma, Anda perlu memperhatikan beberapa cara merawat kucing.
Sediakan tempat khusus untuk kotoran kucing. Jika memungkinkan tempatkan di pekarangan luar rumah yang terbuka, bukan di dalam rumah.
Bersihkan tempat kotoran 1-2 kali sehari dan gunakan pasir khusus. Saat membersihkan gunakan sapu tangan pembersih dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kotoran kucing. Beri kucing makanan kering yang khusus untuk kucing, bukan ikan mentah atau daging.
Mandikan kucing 2-3 kali dalam sebulan atau seminggu sekali menggunakan sampo kucing, dan mengeringkan bulunya hingga kering. Jangan lupa, beri vaksin tokso dan juga kucing bisa diberi vaksin rabies.
Untuk pencegahan, biasakan mencuci tangan dengan sabun setelah bermain dengan kucing.

Baca Juga



Kurap (ringworm)
Anjing dan kucing yang masih berusia muda lebih sering menularkan penyakit. Kurap disebabkan oleh jamur yang membuat kulit bersisik.
Kurap dapat menular tidak hanya melalui sentuhan pada hewan yang terinfeksi, tapi juga dapat menular melalui selimut atau handuk hewan, juga melalui tanah mereka pakai untuk buang air.
Untuk mencegahnya, mandikan hewan peliharan 2-3 kali sebulan, lapisi sofa-sofa di rumah yang sering dijadikan tempat bersantai hewan peliharaan dengan kain pelapis sehingga mudah untuk dicuci tiga hari sekali.
Jauhkan tempat penjemuran handuk dari jangkauan hewan. Jemur pada tempat terbuka yang terkena cukup sinar matahari untuk menghindari lembap. Cuci karpet dan seprai Anda satu minggu sekali.
Cegah hewan peliharaan untuk masuk ke dalam kamar, apalagi sampai menaiki tempat tidur. Jika memungkinkan berikan hewan peliharaan tempat tidur khusus sehingga dia tak ke mana-mana mencari tempat tidur.

Penyakit Lyme
Penyakit lyme dapat ditularkan hewan peliharaan, biasanya kucing atau anjing, kepada manusia melalui kutu. Gejala yang akan timbul adalah demam, ruam merah di lokasi yang terkena kutu, sakit kepala, nyeri otot, atau nyeri sendi.
Lyme dapat menjadi kronis yang menyebabkan peradangan saraf dan jantung, jika tak ada penanganan khusus.
Untuk mencegahnya, berikan vaksin kutu kepada hewan peliharaan Anda. Mandikan hewan peliharaan 2-3 kali sebulan dengan obat antikutu. Semprotkan penangkal serangga pada bagian-bagian rumah yang sering dihinggapi peliharaan Anda.

Psicottacosis
Infeksi bakteri yang ditularkan unggas kepada manusia umumnya melalui udara. Biasanya dapat tertular ketika kita bernapas dekat kotoran kering unggas atau dekat cairan saluran pernapasan dari unggas yang terinfeksi.
Penyakit ini biasanya menginfeksi burung beo, parkit, macaw, dan kakatua. Lebih sulit mendeteksi penyakit pada unggas karena mereka sering tidak memiliki gejala apapun.
Untuk mencegahnya Anda harus rajin membersihkan kandang burung, dan berhati-hati saat memberihkannya agar tidak menerbangkan kotoran apapun. Gunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan kandang.
Semprot menggunakan air dan arahkan langsung ke saluran pembuangan sehingga rumah tetap bersih. Tempatkan kandang burung pada area pekarangan atau taman rumah yang terbuka sehingga jauh dari jangkauan penghuni.

Sumber: rumah.com

Konsultasikan kebutuhan anda disini, tanpa biaya dan tidak mengikat.

Help Me Find Pro


Powered by Blogger.