Jl. Dr. Setiabudi No. 63 Pamulang Tangsel

Header Ads

5 Cara Memperbaiki Dispenser Bocor dan Tidak Panas Dengan Mudah


Cara memperbaiki dispenser bisa anda lakukan secara mandiri di rumah dengan mudah dan cepat, jika anda mau mempelajari karakteristik dari dispenser yang anda miliki. Dispenser merupakan perabotan rumah tangga yang keberadaannya sangat dibutuhkan untuk memudahkan anda dalam penyimpanan air minum isi ulang.
Kebanyakan Dispenser bisa digunakan untuk 2 fungsi yakni untuk memanaskan dan mendinginkan. Sebagian juga ada yang memiliki 1 fungsi saja yakni untuk memanaskan saja. Namun kebanyakan orang, banyak memilih dispenser yang mempunyai satu fungsi saja yakni untuk memanaskan.
Alasannya fungsi mendinginkan memang jarang digunakan karena sudah ada kulkas yang bisa digunakan untuk mendinginkan minuman. Selain itu jika dispenser mempunyai 2 fungsi, kebanyakan lebih cepat rusak karena pada dasarnya bekerja terlalu keras untuk 2 fungsi tersebut. Sedangkan yang mempunyai 1 fungsi cenderung lebih awet karena hanya berfokus pada 1 fungsi utamanya saja. Dispenser bisa dimanfaatkan sebagai alat yang cukup efektif pengganti termos. Dengan kemudahan cara memanaskan air menggunakan dispenser, sekaligus menjadi tempat penyimpanan air, tidak heran jika banyak orang yang tertarik untuk memilikinya.
Disamping itu, ketika anda sudah memiliki dispenser, anda harus paham mengenai karakteristik dispenser tersebut. Gunanya untuk mempermudah anda dalam proses perawatan dan pembersihan sehari-harinya. Sehingga dispenser tidak cepat rusak dan bisa anda gunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. 
Berikut beberapa cara yang bisa anda jadikan sebagai bahan referensi dalam upaya memperbaiki dispenser secara mandiri dengan benar dan mudah, penjelasannya sebagai berikut :

1. Masalah Yang Terjadi Karena Adanya Kebocoran 

Bisa jadi kebocoran yang ada pada dispenser berasal dari galon air yang rusak atau pun pecah. Jika terjadi kebocoran pada galon, maka air yang keluar akan meluap dan tidak bisa masuk sempurna ke bagian filter sehingga mengakibatkan kebocoran. Jika anda mengalami masalah seperti ini, segeralah ganti galon dengan yang baru dengan cara menukarkan ke tempat dimana anda membeli galon. 
Selain itu bisa juga pada bagian tuas kran dispenser mengalami kerusakan. Dengan adanya kerusakan pada bagian tuas kran, air menjadi mampit walaupun kran sudah dalam keadaan terbuka. Nah, masalah inilah yang membuat dispenser menjadi meluap atau pun mengalami kebocoran. Jadi apabila hal ini terjadi pada anda, sebaiknya segeralah mengganti tuas krannya.
Dengan catatan saat anda membeli tuas kran yang baru, sebaiknya pilihlah komponen-komponen yang mempunyai kualitas baik dan terjamin, agar nantinya bisa lebih awet dan mempunyai ketahanan yang baik pula sehingga penggunaannya akan lebih lama. 
Bisa juga pada bagian corong yang menyalurkan air galon ke bagian penampungan air mengalami kerusakan, misalnya ada yang retak, namun tidak terlihat jika dilihat dengan kasat mata. Coba anda lebas terlebih dahulu, kemudian celupkan ke ember berisi air penuh, fungsinya untuk mengetes bagian corong ada keretakan atau tidak. Jika terdapat gelembung-gelembung bermunculan, berarti corong tersebut memang sudah dalam kondisi kurang baik. 
Selanjutnya anda bias menanganinya dengan mengganti corong yang baru. Hal ini bisa terjadi mungkin akibat pemasangan galon yang terlalu kasar dan akhirnya terjadi benturan antara galon dengan corong dalam jangka waktu yang lama, akhirnya lama-kelamaan corong akan mengalami keretakan karena benturan-benturan tersebut.


2. Masalah Yang Terjadi Karena Dispenser Tidak Menyala 

Dispenser yang tidak menyala, biasanya bisa kita lihat dari lampu indikatornya yang tidak menyala. Jika anda menemui masalah seperti ini, anda patut curiga dengan kondisi dispenser anda tersebut. Namun tidak perlu khawatir, karena hal seperti ini bisa ditangani sendiri. 
Berbagai kemungkinan yang bisa menyebabkan hal ini terjadi adalah, terdapat bagian saklar yang rusak, bagian sambungan pada kabel ada yang putus, dan juga bagian thermofuse ada yang putus. Nah, untuk memastikannya, maka anda bisa melakukan pengecekan pada ketiga bagian tersebut terlebih dahulu, sehingga nantinya bisa dilakukan penanganan lebih lanjut. 
Pengecekannya bisa dilakukan dengan menggunakan multimeter skala ohm. Nah, dengan alat ini, anda akan menjadi lebih mudah untuk menemukan penyebab utamanya. Jika sudah menemukan penyebabnya, segeralah ganti bagian yang rusak tersebut.
Dengan catatan saat anda membeli tuas kran yang baru, sebaiknya pilihlah komponen-komponen yang mempunyai kualitas baik dan terjamin, agar nantinya bisa lebih awet dan mempunyai ketahanan yang baik pula sehingga penggunaannya akan lebih lama. 

3. Masalah Yang Terjadi Karena Dispenser Tidak Panas 

Cara memperbaiki dispenser yang tidak panas, prosesnya tidak terlalu sulit. Seringkali ditemukan masalah pada dispenser yang tidak bisa panas. Jika menemui masalah semacam ini, anda bisa menanganinya dengan cara mandiri. Kerusakan dispenser yang tidak bisa panas biasanya disebabkan pada bagian-bagian tertentu yang mengalami gangguan, seperti halnya bagian peraba suhu (kualitas peraba suhu yang kurang baik, peraba suhu yang sudah berumur), bagian rangkaian arus listrik, dan juga bagian elemen tabung pemanas. 
Kerusakan-kerusakan yang terjadi pada bagian-bagian tersebut bisa anda cek dengan menggunakan alat yang bernama multimeter skala ohm. Nah, jika kerusakan yang ada tersebut sudah terdeteksi, anda bisa mengganti komponen-komponen lamanya dengan komponen-komponen yang baru.
Dengan catatan saat anda membeli komponen yang baru, sebaiknya pilihlah komponen-komponen yang mempunyai kualitas baik dan terjamin, agar nantinya bisa lebih awet dan mempunyai ketahanan yang baik pula sehingga penggunaannya akan lebih lama.

4. Masalah Yang Terjadi Karena Dispenser Tidak Dingin 

Selain masalah pada dispenser yang tidak panas, ternyata pada fungsi pendinginnya pun juga sering ditemukan. Jika anda mengalami permasalah semacam ini, cara penanganannya tidak jauh berbeda dengan penanganan terhadap masalah dispenser yang tidak panas. 
Penyebab utamanya adalah adanya kerusakan pada bagian komponen peltier atau bagian komponen kompresor. Untuk mengeceknya, anda bisa menghubungkan komponen peltier dengan adaptor 12 volt DC. Komponen yang masih dalam kondisi normal atau baik, jika disambungkan dengan adaptor akan menimbulkan respon pada kedua sisinya. Bagian sisi yang satu akan terasa dingin dan bagian sisi yang satunya lagi akan terasa panas.
Apabila salah satu bagian sisi ataupun kedua bagian sisi tidak ada respon rasa dingin atau panas, berarti memang komponen tersebut mengalami gangguan dan kerusakan. Nah, solusi yang tepat untuk menghadapi masalah ini adalah dengan cara mengganti komponen yang bermasalah tersebut. 
Dengan catatan saat anda membeli komponen yang baru, sebaiknya pilihlah komponen-komponen yang mempunyai kualitas baik dan terjamin, agar nantinya bisa lebih awet dan mempunyai ketahanan yang baik pula sehingga penggunaannya akan lebih lama. 


5. Masalah Yang Terjadi Karena Air Pada Dispenser Bau 

Jika pada saat anda mengambil air minum di dispenser timbul bau, berubah warna, ataupun rasanya aneh, berarti mungkin pada bagian penyimpanan airnya ada yang bermasalah. Timbulnya bau, perubahan warna, ataupun rasa aneh yang ada merupakan akibat dari tercemarnya bagian penyimpanan air oleh bakteri ataupun jamur. 
Hal yang bisa anda lakukan untuk menangani masalah seperti ini adalah membersihkan seluruh komponen-komponen pada dispenser paling tidak 1 bulan sekali untuk menjaga kebersihannya. Dengan demikian akan dapat mencegah dan meminimalisir tumbuhnya jamur dan juga bakteri.
Kemungkinan lain adalah mungkin air gallon yang anda beli tercemar dan tidak steril sehingga dalam air tersebut sudah bercampur dengan bakteri yang terus berkembang biak sehingga menimbulkan masala-masalah tersebut. 
Lakukan penanganan segera dengan menurunkan galon terlebih dahulu, kemudian lakukan pengurasan air yang masih tersisa di tempat khusus penampungan dan juga bersihkan bagian krannya. Selanjutnya jangan lupa lepas bagian corongnya dan cuci terlebih dahulu untuk mengangkat kotoran yang mengendap di permukaan corong tersebut. 
Dapat diambil kesimpulan bahwa cara yang sudah diulas dan dijelaskan di atas mungkin bisa anda jadikan referensi dalam upaya memperbaiki dispenser secara mandiri di rumah sehingga anda bisa melakukan tindakan lebih dini agar tidak terjadi kerusakan yang lebih fatal. Sampai disini dulu ya artikel kali ini yang membahas mengenai cara memperbaiki dispenser. Semoga bermanfaat dan terima kasih.


Powered by Blogger.