Jl. Dr. Setiabudi No. 63 Pamulang Tangsel

Header Ads

Kurangi Tagihan Listrik, Perumahan di Bekasi Gunakan Panel Surya


Pemerintah terus mendorong konversi energi di sektor rumah tangga, salah satunya adalah dengan mendorong penggunaan panel surya untuk rumah.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Real Estate Indonesia (REI) mengenai proyek Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) dalam pembangunan rumah.
Nantinya, pembangunan rumah harus memiliki listrik yang berasal dari EBTKE. Lalu bagaimana penerapannya?
Dalam acara Pameran Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017, di ICE BSD, Tangerang, ada rumah yang dibangun memakai konsep smart home atau rumah pintar dan merupakan rumah pertama di Indonesia berbasis energi atau Indonesia’s First Energy-Based Housting Estate.
Berada di kawasan Vida Bekasi, seluruh unit rumah yang dibangun memiliki fasilitas panel surya berkapasitas 1.300 volt ampere (va), terintegrasi jaringan gas bumi PGN, jaringan fiber optic hingga underground utilities.
“Rumah yang kami bangun semuanya ada fasilitas solar panel, jadi ketika pagi-sore seluruh kebutuhan listrik mulai dari TV, kulkas, lampu dan lainnya listriknya bisa mengandalkan energi matahari, menjelang malam secara otomatis kebutuhan listrik dipasok melalui jaringan listrik PLN,” kata Direktur Utama PT PGN Mas Adrian Priohutomo.


PGN Mas merupakan anak usaha dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) yang membangun 350 unit rumah di Narogong, Bekasi. Seluruh unit rumah yang dibangun memakai konsep smart home atau rumah pintar.
Adrian menambahkan, selain hemat dari pengeluaran biaya listrik setiap bulannya, pemilik rumah juga dapat menghemat biaya bahan bakar memasak, karena seluruh unit rumah terkoneksi jaringan pipa gas bumi PGN.
“Seperti kita ketahui, memasak pakai gas bumi jauh lebih hemat, bersih dan aman dibandingkan menggunakan LPG. Ditambah lagi, juga tersedia jaringan fiber optic untuk internet berkecepatan tinggi dan banyak lagi,” ungkapnya.
Selain itu, rumah yang di bangun PGN Mas berlabel smart alias rumah pintar, pemilik rumah dapat mengontrol alat elektronik seperti nyala lampu, kipas angin, air conditioner, kamera CCTV dan lainnya menggunakan aplikasi di ponsel.
“Lampu dan peralatan elektronik lainnya bisa dikendalikan atau mati dan nyalakan menggunakan aplikasi ponsel, sehingga kita berada di luar rumah dengan jarak yang jauh sekalipun masih dapat mematikan dan menyalakan peralatan elektronik di rumah,” tambahnya.
Sebelumnya, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal EBTKE Yunus Saefulhak menerangkan, kerjasama dengan REI ditujukan untuk membuat energi mandiri pada masyarakat. Dengan menggandeng REI maka setiap pembangunan perumahan ke depannya akan menggunakan sumber EBT yakni solar panel.
“Jadi nanti dalam pembangunan misalnya BTN dan lain-lain dikerjasamakan dalam pembangunannya atap rumah pakai solar panel supaya ada energi listrik artinya rumah mandiri,” ujarnya di Balai Kartini kemarin.
Yunus mengatakan, kerjasama pengembangan rumah mandiri energi ini masih dalam tahap studi di mana lokasi yang akan dibangun. Jika studi selasai maka akan dibangunkan projek percontohan untuk projek ini. “Jadi suplai energi bisa terintegrasi dengan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya, jadi bukan hanya rumah mandiri, tapi kota pun menjadi mandiri,” tuturnya.


Powered by Blogger.