Jl. Dr. Setiabudi No. 63 Pamulang Tangsel

Header Ads

Menyiasati Lahan Kuldesak Dengan Taman


Posisi rumah berada di lahan huk tetapi arah depan berada pada posisi cul de sac karena arah jalan tertutup menjadi tantangan tersendiri bagi arsitek saat merancang sebuah hunian. Seperti yang terjadi pada hunian di kawasan PIK, Jakarta Utara ini. Akses jalan menuju perumahan yang sengaja ditutup oleh pengembang membuat arah depan rumah empat lantai ini berada di posisi cul de sac.


Untuk menyiasatinya, arsitek yang dibantu oleh tim lansekap membuat konsep taman berlapis (multilayer) pada tiap titik area. Salah satu sisi bangunan ‘dibalut’ tanaman hijau yang teduh seperti trambesi. Kemudian dengan penyesuaian terhadap iklim mikro di area ini, diterapkanlah konsep shady garden dengan tanaman hias daun bernuansa warna hijau seperti kadaka, tanduk rusa, Clathea, dan Philodendron.


Adapun tanaman Lee Kuan Yeu yang ditanam di lantai dua, sudah tumbuh memanjang dan menjuntai menutup dinding sampai menyerupai tirai tanaman. Beberapa tanaman lainnya seperti ketapang dan kamboja merupakan jenis tanaman peneduh lainnya karena tanaman tersebut bertoleransi dengan lingkungan tumbuh di sekitarnya.
Keberadaan taman bagaikan “oase” yang meredam panas terik matahari. Itulah sebabnya, bidang dinding yang berbatasan dengan taman sengaja dibuat transparan agar viewhijauan yang berada di luar dapat terasa menyejukkan sampai ke ruang-ruang dalam. Komposisi tanaman yang menutupi dinding terlihat menyatu dengan kanopi tanaman trembesi yang berada di luar pagar.


Powered by Blogger.